• Blog Stats

    • 11,462 hits

Madu, obat bagi seluruh umat sampai akhir zaman

Madu adalah cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah Madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar) atau ekskresi serangga.

Dalam koloni lebah madu, madu sebenarnya berfungsi sebagai makanan utama bagi masyarakat lebah yang tinggal di koloni tersebut. Namun karena produksi madu dari koloni lebah ini pada umumnya lebih dari yang mereka butuhkan, maka kemudian manusia ikut mengambil kelebihan produksi makanan lebah tersebut untuk berbagai kebutuhannya. Disinilah nampak kebenaran Al Qur’an di surat Al Baqarah ayat 29 yang berbunyi ” Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu…”

Dari sisi kandungan kalori madu tidak jauh berbeda dengan gula, satu kilogram madu dapat memberikan sekitar 3500 kalori sedangkan satu kilogram gula dapat memberikan sekitar 3900 kalori. Di luar kalori ini madu sangat berbeda jauh dengan gula. Berikut adalah point-point dimana madu berbeda dengan gula.

Madu tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, hampir seluruh zat dalam madu dapat terserap oleh tubuh dan hanya kurang dari 1/200 bagian madu yang akan dibuang oleh tubuh. Gula merupakan hasil dari berbagai proses pemanasan dimana asam organic, protein, enzyme dan vitamin yang ada di alam (tebu atau beat) terekstraksi atau rusak dan bahkan bahan-bahan berbahaya seperti hydrochloric, phosphoric dan sulphuric acids masuk kedalam gula pada proses pembuatannya tersebut.

Madu adalah pemanis alami yang proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Gula adalah proses konsentrasi, denaturalisasi dan bahkan polusi terhadap hasil alam(tebu) dimana melalui proses pemanasan dalam pembuatan gula menghancurkan zat-zat yang sangat penting seperti protein, enzyme dan asam-asam organic tersebut.

Madu mengandung unsur-unsur kehidupan termasuk berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Gula putih khususnya yang semula berasaal dari sari tebu berwarna gelap dan mengandung mineral, dalam proses yang disebut defecation, mineral-mineral tersebut ‘terhilangkan’ karena apabila tidak maka tidak akan menjadi kristal-kristal gula putih.

Madu adalah pemanis terbaik dari kelompok gula sederhana karena untuk berasimilasi dalam tubuh tidak memerlukan aktifitas pencernaan yang berat, gula sederhana ini terkandung secara melimpah di dalam madu. Gula putih (dari tebu) perlu pekerjaan yang berat dari system pencernaan dan kerja keras dari pankreas untuk memproduksi insulin, penggunaan gula tebu secara terus menerus membuat kemampuan kerja pancreas menurun yang kemudian menimbulkan penyakit diabetis.

Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat penemu insulin yaitu DR. Banting pada tahun 1929 sudah menyatakan bahwa “ Di Amerika Serikat kasus penderita diabetis meningkat sejalan dengan penggunaan gula putih (tebu), dalam pembuatan gula tebu melalui proses pemanasan dan kristalisasi sesuatu telah berubah dan menghasilkan bahan makanan yang berbahaya untuk dikonsumsi ”. Pendapat ini dikuatkan oleh ahli lain DR. Serge Veronoff yang menyatakan bahwa secara ilmiah seharusnya umur manusia rata-rata dapat mencapai 120 tahun apabila dapat meningalkan tiga bahan pangan yaitu gula, tepung dan garam.

Menyangkut kehebatan madu dibandingkan gula DR. Harvey W. Willey, sesepuh ahli kimia dari Department of Agricultural and Director of Bureau of Foods, Sanitation and Healths – USA dalam suratnya kepada American Honey Institute antara lain mengingatkan untuk hati-hati mensosialisasikan madu, karena apabila semua orang tahu kelebihan madu terhadap gula maka akan timbul masalah lain yaitu tidak cukupnya produksi madu untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk, dampaknya harga madu akan melonjak sangat tinggi – sehingga madu tidak lagi menjadi bahan pangan/kesehatan yang murah dan terjangkau.

Anda yang beruntung membaca tulisan ini dan mengetahui kehebatan madu dibandingkan gula, sudah seharusnya mengganti seluruh menu makan dan minum Anda yang selama ini menggunakan gula dengan madu…selagi madu belum menjadi barang yang terlalu mahal untuk dibeli seperti dikawatirkan oleh DR. Willey tersebut.

Kandungan Madu

Madu mengandung air 15 % – 25 % dari beratnya (tergantung jenis produknya ). Sebagai contoh madu dari High Desert yang hanya mengandung air Cuma 17,2 % dan komposisi terbesarnya adalah monosakarida dalam bentuk glukosa dan fruktosa (75% – 85%). Selebihnya dalam persentase yang kecil adalah sukrosa, maltosa dan yang sangat penting adalah apa yang disebut sebagai phytochemicals dari berbagai jenis tumbuhan, tergantung dari mana lebah memperoleh nectar-nya untuk memproduksi Madu. Phytochemicals adalah nama umum zat kimia alami yang aktif secara biologis yang berasal dari tanaman.

Setiap tanaman memiliki phytochemical-nya sendiri-sendiri dan memiliki nama khusus tergantung tanamannya. Misalnya tomat dan semangka menghasilkan lycopene, teh dan bawang menghasilkan quercetin, anggur menghasilkan anthocyanin dlsb. Phytochemicals inilah yang antara lain berperan aktif yang membuat Madu memiliki berbagai khasiat pengobatan.

Sumber rujukan lain berdasarkan National Honey Board (USA) – madu secara umum mengandung hal-hal berikut:

Komponen Utama Madu Persentase (+/-)
Air 17.1
Fruktosa 38.5
Glukosa 31.0
Sukrosa 1.5
Maltosa dan gula pereduski lainnya 7.2
Trisakarida dan karbohidrat lainnya 4.2
Sub Total 99.5
Konstituen minoritas termasuk vitamin, mineral, asam amino dslb. 0.5
Total 100

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: